Postingan

FONETIK DAN ALAT UCAP

A. Fonetik Masalah yang pertama kali dihadapi oleh sesorang dalam mempelajari bahasa lisan, terutama bahasa asing, ialah masalah ucapannya. Sebelum mempelajari makna berbagai kata dan tata bahasa yang akan dihadapinya, terlebih dahulu ia harus mengenali bunyi-bunyi yang digunakan di dalamnya. Seperti apa yang telah dikemukakan pada bahasan sebelumnya Fonetik, yaitu bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suate bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia. Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa. Para ahli fonetik telah berhasil menentukan cara artikulasi dari berbagai bunyi bahasa dan membuat abjad fonetik internasional sehingga memudahkan seseorang untuk mempelajari dan mengucapkan bunyi yang tidak ada dalam bahasa ibunya. Misalnya dalam bahasa Inggris ada perbedaan yang nyata antara bunyi tin dan thin, dan antara they dan day, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak. Dengan mempelajari fonetik, orang Indonesia akan dapat mengucapkan kedua ...

GAMBARAN UMUM FONOLOGI

Dalam berbagai kamus umum, linguistik didefinisikan sebagai ‘ilmu bahasa’ atau ‘studi ilmiah mengenai bahasa’ (Matthews 1997). Dalam The New Oxford Dictionary of English (2003), linguistik didefinisikan sebagai berikut: “The scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. Specific branches of linguistics include sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics, comparative linguistics, and structural linguistics.” Secara umum, bidang ilmu bahasa dibedakan atas linguistik murni dan linguistik terapan. Bidang linguistik murni mencakup fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Sedangkan bidang linguistik terapan mencakup pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikografi, dan lain-lain. Pada perkuliahan ini akan dipelajari bagian dari linguistik murni yang mempelajari tentang seluk-beluk bunyi bahasa baik itu sebagai pembeda makna, mau pun bagaimana alat ujar menghasilkan bunyi bahasa. Cabang dari l...

PENGAJARAN BAHASA BERDASARKAN USIA PEMBELAJAR

Purwawacana Guru memegang kedudukan dan peran yang sangat sentral dalam sistem pendidikan persekolahan. Ia merupakan arsitek bagi terjadinya proses belajar mengajar. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika kegagalan dan keberhasilan pendidikan akan terlontar ke pundak guru, sebagai penyebab utama. Guru pun akan dicaci dan dipuji. Tugas guru sebenarnya tidak terbatas pada ruang segi empat yang bernama kelas dengan sekelompok “anak-anak” di dalamnya. Meskipun demikian, dalam kaitannya dengan sistem pendidikan persekolahan, tugas guru di kelaslah yang menjadi sorotan paling utama. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dijadikan ukuran dalam menentukan profesional tidaknya seorang guru. Sekaitan dengan hal di atas, H. Douglas Brown dalam bukunya Teaching by Principles memadukan pengetahuan menjadi sesuatu yang praktis dalam pengajaran bahasa, khususnya bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau bahasa asing. Pengajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Usia Pembelajar Br...